Penelitian ini dilakukan di Program studi PGSD FKIP UMSU yang beralamat di Jalan Kapten Muchtar Basri Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu -experimental design dengan desain penelitian the one shoot case study. Sugiyono (2012: 109) mengelompokkan tiga jenis desain penelitian yang lazim digunakan pada metode pre-experimental design, yakni one-shot case study, one-group, pretest-posttest design, dan intact-group comparison.
Adapun populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa semester dua Program studi PGSD yang berjumlah 45 orang. Menurut Subagyo (1991: 23), “Populasi merupakan obyek penelitian sebagai sasaran untuk mendapatkan dan mengumpulkan data”, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili untuk dijadikan sumber data.
Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan setiap elemen yang dijadikan sampel, diambil dengan teknik pengambilan secara acak (random) dari populasi. Teknik ini dipakai karena populasi dalam penelitian ini bersifat homogen.
Sampel dalam penelitian ini adalah 30 karakteristik keterampilan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan tes dan non tes. Tes yang digunakan yaitu berupa pertanyaan uraian, sedangkan non tes yaitu melalui angket. Bentuk tes hasil belajar yang digunakan adalah tes uraian dengan jumlah 4 (empat) soal.
Tes hasil belajar dirancang sedemikian rupa dengan berpedoman pada Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson. Adapun pertanyaan yang diberikan mencakup C3 (penerapan) dan C4 (analisis), C5 (evaluasi) dan C6 (kreasi). Sedangkan non tes yang digunakan adalah angket yang terdiri atas dua puluh pernyataan dengan tiap pernyataan memiliki empat pilihan, yaitu SS (Sangat Sering), S (Setuju), Ragu-Ragu (RR) dan TS (Tidak Setuju).
Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik statistik deskriptif dan inferensial yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Teknik inferensial yang digunakan adalah teknik analisis varians dua jalur dengan taraf signifikan 0,05. Sebelum teknik ini digunakan perlu dilakukan uji persyar atan. Uji persyaratan yang dilakukan adalah uji normalitas menggunakan liliefors (Sudjana, 2005:466) untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran data yang dianalisis. Sedangkan uji homogenitas menggunakan uji F, dan uji Bartlett (Sudjana, 2005:258). Kriteria pengujian adalah jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel pada taraf signifikan 5 % maka data hasil penelitian ini adalah homogen. Kriteria pengujian hipotesis, yaitu Fhitung lebih besar dari Ftabel pada taraf signifikan 5 % maka hipotesis yang diajukan diterima.








