Lhokseumawe, 30 April 2025 — Pendidikan Aceh Utara tengah memasuki babak baru! Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) tampil sebagai motor penggerak perubahan dengan menjadi fasilitator utama dalam Pelatihan Kepemimpinan bagi Kepala Sekolah SMP bertema “Mendorong Pengalaman Belajar yang Holistik.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara dan berlangsung penuh semangat selama dua hari di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, dari tanggal 28 hingga 30 April 2025.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi panggung bagi FKIP UMSU untuk menyuarakan revolusi kepemimpinan pendidikan. Para kepala sekolah tidak hanya diajak duduk dan mendengar, tetapi ditantang untuk merefleksikan ulang peran mereka sebagai nahkoda utama dalam mengubah wajah sekolah. Dunia pendidikan tidak lagi cukup dikelola secara administratif – ia menuntut kepemimpinan yang berani, inovatif, dan transformatif.
FKIP UMSU menurunkan kekuatan penuh: Dr. Mandra Saragih, Dr. Faisal Dongoran, Dr. Muhammad Arifin, Ismail Saleh Nasution, M.Pd, dan M. Fauzi Hasibuan, M.Pd — lima akademisi sekaligus praktisi pendidikan yang menyuguhkan materi tajam, kritis, dan inspiratif. Mulai dari kepemimpinan transformasional, pembelajaran holistik, hingga manajemen perubahan sekolah, setiap sesi mengupas tuntas tantangan dan peluang dunia pendidikan abad ke-21.
Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr. Mandra Saragih, dalam sambutannya menyampaikan seruan yang menggugah: “Sekolah bukan pabrik nilai, tapi ruang tumbuhnya manusia seutuhnya! Kepala sekolah harus berdiri di garis depan, menjadi pemimpin yang tak takut menabrak rutinitas demi pendidikan yang bermakna.” Pernyataan ini mendapat tepuk tangan panjang dari para peserta yang mulai merasakan urgensi transformasi.
Tak kalah berapi-api, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos, M.Pd, mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap FKIP UMSU. “Kami butuh lebih dari sekadar pelatihan—kami butuh mitra perubahan. Dan hari ini, kami menemukannya dalam diri UMSU,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Menurutnya, pelatihan ini adalah titik balik untuk membangun sistem pendidikan yang lebih manusiawi, relevan, dan berdampak.
Momentum ini tidak akan berhenti di ruang pelatihan. Semangat yang dibangun selama dua hari penuh ini diharapkan menjadi bara yang membakar semangat para kepala sekolah untuk membawa perubahan nyata di satuan pendidikan mereka. FKIP UMSU tidak hanya hadir sebagai fasilitator, tetapi sebagai mitra strategis yang siap mendampingi setiap langkah menuju transformasi pendidikan yang sesungguhnya








